jWySnXSOiSNp62TYu6mfgWzHJ85FbojSrxRGMNPP
Favorit
Terbaru
Lihat semua

Hidup Bilang: Santai. Otak Jawab: Nggak Bisa

Ada momen di mana hidup sebenarnya nggak lagi ribet-ribet amat. Masalah besar nggak ada. Tagihan masih aman. Kerjaan jalan. Tapi entah kenapa, kepala tetap ramai. Hidup seolah bilang, “santai aja” , tapi otak langsung jawab, “nggak bisa.” Kalau kamu pernah ada di fase ini, tenang, kamu nggak sendirian. Tulisan ini bukan tentang cara instan jadi tenang. Lebih ke obrolan pelan tentang kenapa otak kita sering lebih ribut dibanding kenyataan hidup itu sendiri. Hidup Kadang Lebih …

Kita Semua Lagi Belajar Hidup Sambil Nahan Kerut Dahi

Pernah nggak kamu sadar, tanpa sengaja, alis kamu berkerut saat lagi mikir sesuatu? Bukan marah. Bukan kesal. Cuma… lagi mikir hidup. Dan lucunya, kalau diperhatikan baik-baik, hampir semua orang dewasa punya ekspresi yang mirip. Di situlah saya sering berpikir: kita semua lagi belajar hidup sambil nahan kerut dahi. Tulisan ini bukan tentang mengeluh. Lebih ke mengakui, bahwa banyak dari kita sedang berjalan, meski belum sepenuhnya paham arah. Kerut Dahi Itu Bahasa Tubuh Oran…

Dewasa Itu Mahal. Gratisnya Cuma Lelah

Waktu kecil, kita sering mikir, jadi orang dewasa itu enak. Bisa bebas. Bisa mutusin sendiri. Bisa beli apa pun tanpa izin. Tapi entah sejak kapan, kita sadar satu hal pahit: dewasa itu mahal. Gratisnya cuma lelah. Tidak ada brosur yang menjelaskan ini dari awal. Tidak ada peringatan kecil di pojok hidup. Yang ada, kita jalanin pelan-pelan, sambil kaget sendiri, kok capeknya banyak banget. Dulu Kita Pikir Dewasa Itu Soal Umur Waktu masih sekolah, dewasa itu kelihatan sederhan…

Flu: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya dengan Tepat

Pernah nggak sih, bangun pagi dengan kepala berat, hidung mampet, tenggorokan nggak enak, lalu refleks bilang, “Wah, kayaknya kena flu.” Saya yakin, hampir semua dari kita pernah ada di fase itu. Flu memang kelihatannya sepele, tapi kalau salah penanganan, efeknya bisa bikin aktivitas harian berantakan. Dari pengalaman saya selama 20 tahun menulis blog lifestyle dan kesehatan, flu adalah topik yang kelihatannya sederhana, tapi selalu relevan. Yuk, kita bahas flu secara santai, tapi tetap berbob…

Kadang Capek Bukan Karena Hidupnya Berat, Tapi Karena Mikirnya Muter-Muter

Pernah nggak kamu bangun pagi, belum ngapa-ngapain, tapi rasanya sudah capek duluan? Badan sebenarnya baik-baik saja. Tidak habis kerja fisik. Tidak kurang tidur secara ekstrem. Tapi kepala terasa penuh. Seperti ada roda yang terus berputar, nggak berhenti, nggak jelas ujungnya. Di situ biasanya kita sadar, kadang capek bukan karena hidupnya berat, tapi karena mikirnya muter-muter. Tulisan ini saya buat bukan sebagai ceramah. Lebih sebagai obrolan pelan, tentang kelelahan yang …

Hidup Lucu Juga: Makin Dikebut, Kadang Makin Macet

Pernah nggak sih kamu ngerasa, semakin kamu ngejar sesuatu, justru rasanya semakin jauh? Semakin buru-buru, semakin banyak yang berantakan. Semakin dikebut, eh, malah mentok. Di situ biasanya kita mulai geleng-geleng sendiri sambil mikir, “hidup lucu juga ya, makin dikebut, kadang makin macet.” Lucu, tapi juga agak nyesek. Tulisan ini bukan tentang menyalahkan usaha. Bukan juga ajakan untuk malas atau pasrah. Ini tentang ironi hidup yang sering kita alami, tentang ritme, ten…

Ada Hubungan yang Hadir Cuma Buat Ngajarin Sesuatu, dan Itu Cukup

Dulu, saya pikir semua hubungan harus punya tujuan akhir. Harus bertahan. Harus panjang. Harus sampai titik yang disebut “berhasil”. Kalau berakhir, rasanya seperti gagal. Seperti ada yang salah. Seperti usaha kita sia-sia. Tapi semakin bertambah usia, semakin banyak cerita yang didengar, dan semakin banyak luka yang sembuh, pelan-pelan sudut pandang itu berubah. Saya mulai percaya satu hal: ada hubungan yang hadir cuma buat ngajarin sesuatu, dan itu cukup. Tidak semua orang datan…

Jangan Maksain Cocok Sama Orang yang Jelas Nggak Searah

Ada satu fase dalam hidup yang hampir semua orang pernah lewati. Fase di mana kita terlalu keras berusaha cocok. Bukan karena kita nggak lihat perbedaannya. Bukan juga karena kita bodoh. Tapi karena kita berharap, dengan cukup usaha, cukup sabar, cukup mengalah, semuanya bisa jadi searah. Padahal kenyataannya, nggak semua hubungan bisa dipaksakan tumbuh ke arah yang sama. Jangan maksain cocok sama orang yang jelas nggak searah. Kalimat ini terdengar sederhana, tapi menjalankann…

Orang yang Kamu Sayang Juga Manusia, Bisa Salah. Kamu Juga

Ada satu fase dalam hidup di mana kita mulai menyadari sesuatu yang agak menyakitkan. Orang yang kita sayang, yang kita harapkan selalu mengerti, ternyata bisa mengecewakan. Bisa salah. Bisa lalai. Bisa menyakiti. Dan di saat yang sama, kalau kita jujur, kita pun tidak selalu benar. Orang yang kamu sayang juga manusia, bisa salah. Kamu juga. Kalimat ini sederhana, tapi sering kali sulit diterima, apalagi saat emosi sedang penuh. Tulisan ini bukan tentang membenarkan kesalaha…

Nggak Perlu Banyak Teman, Cukup yang Aman

Dulu, punya banyak teman itu seperti pencapaian. Semakin ramai lingkaran pertemanan, semakin terasa “hidup”. Grup chat penuh. Undangan datang silih berganti. Kalender akhir pekan jarang kosong. Tapi entah sejak kapan, makna itu pelan-pelan bergeser. Bukan karena kita jadi anti sosial. Bukan juga karena merasa paling dewasa. Tapi karena hidup mengajarkan satu hal sederhana: nggak perlu banyak teman, cukup yang aman. Tulisan ini bukan ajakan untuk menutup diri. Bukan pembenaran u…

Diamnya Orang Kadang Lebih Jujur, Daripada Katanya

Ada satu fase dalam hidup di mana kita mulai lebih peka. Bukan karena kita makin curiga, tapi karena kita makin sering dikecewakan oleh kata-kata. Janji yang terdengar meyakinkan. Kalimat yang disusun rapi. Ucapan yang seolah penuh niat baik. Tapi setelah itu? Tidak ada tindakan. Tidak ada kehadiran. Tidak ada konsistensi. Di situlah kita mulai memahami satu hal yang agak pahit, tapi jujur: diamnya orang kadang lebih jujur, daripada katanya. Tulisan ini bukan ajakan untuk curig…

Yang Peduli Bakal Nanya, Bukan Menebak

Ada satu kebiasaan manusia yang sering kita anggap wajar, padahal diam-diam bikin banyak hubungan jadi rumit: menebak. Menebak perasaan orang. Menebak maksud ucapan. Menebak sikap. Lucunya, semua itu sering dibungkus dengan kalimat, “Aku peduli, makanya aku mikir sejauh ini.” Padahal, semakin ke sini saya makin yakin: yang benar-benar peduli bakal nanya, bukan menebak. Tulisan ini bukan tentang siapa yang paling salah. Bukan juga tentang siapa yang paling sensitif. Ini tentang car…